Rabu, 11 Februari 2015

Buku: NEGERI PARA BEDEBAH


Darwis ‘Tere Liye’, penulis fenomenal abad ini berhasil menciptakan karya seni yang, bisa dibilang, menjadi referensi buku para pelaku perbankan dalam bertindak. Negeri Para Bedebah, awalnya saya agak senewen baca judulnya, kok gini banget. Tapi setelah saya baca bukunya, saya baru sadar kalau negeri ini penuh dengan para bedebah yang hanya meraup keuntungan tanpa memikirkan kerugian bagi orang lain.
Thomas, seorang konsultan ekonomi muda yang mendapat dua gelar sarjana bisnis terkemuka sekaligus, mendapati kenyataan bahwa pamannya, Liem, tersangkut kasus perbankan yang sangat akut. Liem hendak ditahan karena pencucian uang, namun Thomas membawanya kabur. Saat itu, kuasa ada ditangan Thomas dan dia hanya memilliki dua pilihan. Pertama, bank milik Liem ditutup, surat piutang dilelang, dan uang nasabah tak kembali sama sekali. Kedua, bank diberi semacam pinjaman dari negara, kepemilikan dilelang, dan uang nasabah kembali beberapa persen saja (bagi yang memiliki rekening diatas dua milyar).
Beberapa petinggi pemerintahan yang iri dengan keadaan perbankan Liem menghasut petinggi keuangan negara untuk menutup saja bank milik Liem, tapi mereka tak sadar dengan efek kedepan yang akan berdampak pada keadaan bank-bank lainnya. Dengan sekuat tenaga, Thomas dan Julia, wartawan yang tanpa sengaja ikut dalam urusan ini, berusaha meyakinkan Menteri Keuangan agar tak menutup bank tersebut.
Fakta yang mengejutkan, Thomas selalu membenci Liem. Thomas selalu menyalahkan Liem perihal kematian kedua orang tuannya dan semua kejadian yang terjadi belasan tahun lalu. Mengenai bank tersebut, Thomas hanya ingin menyelamatkan bibi dan kakeknya dari hal yang tak ia inginkan.
Buku ini mengulas sisilain para penjabat dan petinggi kepolisian yang terlihat manis di depan, tapi di belakan mereka sudah siapkan ratusan anak buah untuk menghancurkan para penghalang. Buku ini dikemas apik dengan sedikit guyonan khas penulis. Seperti saat Thomas dan Julia kepergok polisi berhenti di jalan tol karena berdebat masalah Liem, mereka langsung menyamar menjadi sepasang kekasih telenovela yang sedang bertengkar, Esmeralda dan Fernando. Buku ini salah satu buku action yang bisa membuat pembaca berasa seperti ikutan adu jotos. Saya harap penulis bisa lebih produktif menghasilkan buku-buku yang bernilai moral dan kaya akan ilmu seperti ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar