Darwis ‘Tere Liye’,
penulis fenomenal abad ini berhasil menciptakan karya seni yang, bisa dibilang,
menjadi referensi buku para pelaku perbankan dalam bertindak. Negeri Para Bedebah, awalnya saya agak
senewen baca judulnya, kok gini banget. Tapi setelah saya baca bukunya, saya
baru sadar kalau negeri ini penuh dengan para bedebah yang hanya meraup
keuntungan tanpa memikirkan kerugian bagi orang lain.
Thomas, seorang
konsultan ekonomi muda yang mendapat dua gelar sarjana bisnis terkemuka
sekaligus, mendapati kenyataan bahwa pamannya, Liem, tersangkut kasus perbankan
yang sangat akut. Liem hendak ditahan karena pencucian uang, namun Thomas
membawanya kabur. Saat itu, kuasa ada ditangan Thomas dan dia hanya memilliki
dua pilihan. Pertama, bank milik Liem ditutup, surat piutang dilelang, dan uang
nasabah tak kembali sama sekali. Kedua, bank diberi semacam pinjaman dari
negara, kepemilikan dilelang, dan uang nasabah kembali beberapa persen saja
(bagi yang memiliki rekening diatas dua milyar).
Beberapa petinggi
pemerintahan yang iri dengan keadaan perbankan Liem menghasut petinggi keuangan
negara untuk menutup saja bank milik Liem, tapi mereka tak sadar dengan efek
kedepan yang akan berdampak pada keadaan bank-bank lainnya. Dengan sekuat tenaga,
Thomas dan Julia, wartawan yang tanpa sengaja ikut dalam urusan ini, berusaha
meyakinkan Menteri Keuangan agar tak menutup bank tersebut.
Fakta yang mengejutkan,
Thomas selalu membenci Liem. Thomas selalu menyalahkan Liem perihal kematian
kedua orang tuannya dan semua kejadian yang terjadi belasan tahun lalu.
Mengenai bank tersebut, Thomas hanya ingin menyelamatkan bibi dan kakeknya dari
hal yang tak ia inginkan.
Buku ini mengulas
sisilain para penjabat dan petinggi kepolisian yang terlihat manis di depan,
tapi di belakan mereka sudah siapkan ratusan anak buah untuk menghancurkan para
penghalang. Buku ini dikemas apik dengan sedikit guyonan khas penulis. Seperti
saat Thomas dan Julia kepergok polisi berhenti di jalan tol karena berdebat
masalah Liem, mereka langsung menyamar menjadi sepasang kekasih telenovela yang
sedang bertengkar, Esmeralda dan Fernando. Buku ini salah satu buku action yang
bisa membuat pembaca berasa seperti ikutan adu jotos. Saya harap penulis bisa
lebih produktif menghasilkan buku-buku yang bernilai moral dan kaya akan ilmu
seperti ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar