Rabu, 11 Februari 2015

Buku: SISTER RED


Dari judulnya kita pasti penasaran bagaimana alur cerita dari buku ini. Apakah pemarean utama dalam buku ini menyukai warna merah? Atau mereka berwarna merah? Atau bahkan berhubungan dengan—darah? Jackson Pearce, akan membawa kita pada dongeng legendaris Si Tudung Merah, yang dipopulerkan oleh Grimm bersaudara.
Dikisahkan kakak beradik bernama Scarlett dan Rosie yang hanya tinggal bersama nenek mereka ditengah—mungkin lebih tepat disebut—hutan. Ayah dan ibu mereka entah dimana dan mereka hanya memiliki beberapa tetangga yang jarak antarrumah tak bisa dikatakan cukup dekat. Hidup mereka begitu tentram, hingga tiba suatu masa saat banyak beredar kabar tentang banyaknya gadis yang mati atau hilang misterius.
Suatu hari, rumah kecil mereka di daerah Ellison di datangi seorang pria yang terlihat lapar. Dan kalian tahu siapa dia? Dia adalah Fenris. Fenris biasa kita sebut dengan warewolf atau manusia serigala. Tak seperti warewolf yang berubah saat bulan purnama saja, Fenris ini dapat berubah jika mereka sedang ‘lapar’. Fenris pemakan gadis dengan look yang aduhai, menyukai wanita berpakaian merah, dan sendirian.  Biasanya korban Fenris ini akan langsung dimakan jika ia kelaparan, tapi akan diperkosa jika ia ‘lapar’ akan hal lain dan dibunuh setelahnya.
Fenris merekrut ‘anggota’ dengan banyak syarat. Salah satunya adalah calon anggota merupakan anak ketujuh dari tujuh bersaudara dan hanya akan menjadi Fenris jika digigit tepat saat Bulan Darah.
Scarlett dan Rosie berhasil selamat, namun tidak dengan neneknya. Mereka tumbuh bersama dengan luka menganga di mata Scarlett akibat cakaran Fenris yang membuat dia dikucilkan oleh teman sekolahnya. Kedua kakak beradik ini sekarang memiliki pekerjaan baru sejak kejadian yang menewaskan nenek mereka, memburu Fenris.
Buku ini menggunakan dua PoV yang bisa membuat pembaca lebih memahami apa yang dipikirkan dua bersaudara ini. Dalam cerita ini muncul tokoh Silas, teman main Scarlett, orang yang mencintai dan dicintai oleh Rosie, namun dia juga merupakan calon Fenris.
Buku ini saya rekomendasikan pada teman-teman yang menyukai buku horor-fantasi. Penulis menceritakan semua dengan jelas, dengan bahasa umum, namun tetap dikemas dengan apik dan menarik. Banyak jempol untuk penulis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar