Dari judulnya kita
pasti penasaran bagaimana alur cerita dari buku ini. Apakah pemarean utama
dalam buku ini menyukai warna merah? Atau mereka berwarna merah? Atau bahkan
berhubungan dengan—darah? Jackson Pearce, akan membawa kita pada dongeng
legendaris Si Tudung
Merah, yang dipopulerkan oleh Grimm bersaudara.
Dikisahkan kakak
beradik bernama Scarlett dan Rosie yang hanya tinggal bersama nenek mereka
ditengah—mungkin lebih tepat disebut—hutan. Ayah dan ibu mereka entah dimana
dan mereka hanya memiliki beberapa tetangga yang jarak antarrumah tak bisa
dikatakan cukup dekat. Hidup mereka begitu tentram, hingga tiba suatu masa saat
banyak beredar kabar tentang banyaknya gadis yang mati atau hilang misterius.
Suatu hari, rumah kecil
mereka di daerah Ellison di datangi seorang pria yang terlihat lapar. Dan
kalian tahu siapa dia? Dia adalah Fenris. Fenris biasa kita sebut dengan warewolf atau manusia serigala. Tak
seperti warewolf yang berubah saat
bulan purnama saja, Fenris ini dapat berubah jika mereka sedang ‘lapar’. Fenris
pemakan gadis dengan look yang
aduhai, menyukai wanita berpakaian merah, dan sendirian. Biasanya korban Fenris ini akan langsung
dimakan jika ia kelaparan, tapi akan diperkosa jika ia ‘lapar’ akan hal lain
dan dibunuh setelahnya.
Fenris merekrut
‘anggota’ dengan banyak syarat. Salah satunya adalah calon anggota merupakan
anak ketujuh dari tujuh bersaudara dan hanya akan menjadi Fenris jika digigit
tepat saat Bulan Darah.
Scarlett dan Rosie
berhasil selamat, namun tidak dengan neneknya. Mereka tumbuh bersama dengan
luka menganga di mata Scarlett akibat cakaran Fenris yang membuat dia
dikucilkan oleh teman sekolahnya. Kedua kakak beradik ini sekarang memiliki
pekerjaan baru sejak kejadian yang menewaskan nenek mereka, memburu Fenris.
Buku ini menggunakan
dua PoV yang bisa membuat pembaca lebih memahami apa yang dipikirkan dua
bersaudara ini. Dalam cerita ini muncul tokoh Silas, teman main Scarlett, orang
yang mencintai dan dicintai oleh Rosie, namun dia juga merupakan calon Fenris.
Buku ini saya
rekomendasikan pada teman-teman yang menyukai buku horor-fantasi. Penulis
menceritakan semua dengan jelas, dengan bahasa umum, namun tetap dikemas dengan
apik dan menarik. Banyak jempol untuk penulis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar