The Raid adalah salah
satu contoh film Indonesia yang bisa menembus Box Office berdampingan dengan
Final Destination, The Hunger Game dan Fast and Furious. Film yang rilis pada
tahun 2012 ini bisa dikatakan full-of-blood,
efek-efek darah yang ditampilkan terlihat sangat nyata dan bisa membut orang
hilang nafsu makan. Kalau saja ada genre film very dangerous and great action, fim ini bakal masuk genre itu.
Film yang diproduksi oleh Merantau Films Production ini dibintangi oleh aktor
laga Indonesia seperti Iko Uwais, Joe Taslim, dan Yayan Ruhian.
Diceritakan seorang
agen SWAT bernama Rama (Iko Uwais) mendapat tugas dari atasannya, Bowo (Tegar
Satrya), untuk menyeret pentolan semua kejahatan, Tama (Ray Sahetapy), di
apartemen miliknya yang menjadi markas buronan kejahatan bersama pletonnya yang
dipimpin oleh Jaka (Joe Taslim). Markas tersebut ternyata bukanlah markas biasa
yang hanya bermodal CCTV atau satu pleton aparat penjaga. Markas ini
terkoordinasi, semua orang—bahkan anak-anak—boleh memiliki dan menggunakan
senjata kalau ada polisi yang menyerbu. Seolah pusat kendali memerintahkan jika
polisi masuk wilayah, jangan sampai ada yang keluar hidup-hidup, bahkan sopir
bus mereka.
Kekuatan tim penyerbu
melemah, Jaka selaku komandan meminta izin pada Letnan Bowo untuk memanggil Back up. Dan ternyata, penyerbuan mereka
hari itu adalah penyerbuan ilegal akal-akalan Letnan Bowo untuk membalas dendam
pada Tama yang tak berhak mendapat back
up. Suasana makin panas ketika penontonmengetahui bahwa salah satu dari
tangan kanan Tama, Andi (Doni Alamsyah), adalah kakak kandung Rama. Tama yang
mengetahui hal itu langsung mengutus Mad Dog (Yayan Ruhiyan) untuk memberi
pelajaran pada Andi.
Akhir cerita, dari
sekitar dua puluh orang pasukan yang masuk ke sarang penjahat, hanya tiga orang
yang selamat. Rama, Wahyu, dan Letnan Bowo. Awalnya saya kira Jaka bakal
selamat, ternyata dia mati ditangan Mad Dog. Tama juga mati, kena tembak
senjata Letnan Bowo.
Film ini patut diacungi
ribuan jempol. Mulai dari aktor, sutradara, orang yang bikin efek-efek, sampai
orang yang kerjanya Cuma nge-gulung kabel pun pantas dapat jempol itu. Saya
rekomendasikan film ini untuk usia lima belas tahun keatas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar