Rabu, 11 Februari 2015

Film: THE RAID REDEMPTION


The Raid adalah salah satu contoh film Indonesia yang bisa menembus Box Office berdampingan dengan Final Destination, The Hunger Game dan Fast and Furious. Film yang rilis pada tahun 2012 ini bisa dikatakan full-of-blood, efek-efek darah yang ditampilkan terlihat sangat nyata dan bisa membut orang hilang nafsu makan. Kalau saja ada genre film very dangerous and great action, fim ini bakal masuk genre itu. Film yang diproduksi oleh Merantau Films Production ini dibintangi oleh aktor laga Indonesia seperti Iko Uwais, Joe Taslim, dan Yayan Ruhian.
Diceritakan seorang agen SWAT bernama Rama (Iko Uwais) mendapat tugas dari atasannya, Bowo (Tegar Satrya), untuk menyeret pentolan semua kejahatan, Tama (Ray Sahetapy), di apartemen miliknya yang menjadi markas buronan kejahatan bersama pletonnya yang dipimpin oleh Jaka (Joe Taslim). Markas tersebut ternyata bukanlah markas biasa yang hanya bermodal CCTV atau satu pleton aparat penjaga. Markas ini terkoordinasi, semua orang—bahkan anak-anak—boleh memiliki dan menggunakan senjata kalau ada polisi yang menyerbu. Seolah pusat kendali memerintahkan jika polisi masuk wilayah, jangan sampai ada yang keluar hidup-hidup, bahkan sopir bus mereka.
Kekuatan tim penyerbu melemah, Jaka selaku komandan meminta izin pada Letnan Bowo untuk memanggil Back up. Dan ternyata, penyerbuan mereka hari itu adalah penyerbuan ilegal akal-akalan Letnan Bowo untuk membalas dendam pada Tama yang tak berhak mendapat back up. Suasana makin panas ketika penontonmengetahui bahwa salah satu dari tangan kanan Tama, Andi (Doni Alamsyah), adalah kakak kandung Rama. Tama yang mengetahui hal itu langsung mengutus Mad Dog (Yayan Ruhiyan) untuk memberi pelajaran pada Andi.
Akhir cerita, dari sekitar dua puluh orang pasukan yang masuk ke sarang penjahat, hanya tiga orang yang selamat. Rama, Wahyu, dan Letnan Bowo. Awalnya saya kira Jaka bakal selamat, ternyata dia mati ditangan Mad Dog. Tama juga mati, kena tembak senjata Letnan Bowo.
Film ini patut diacungi ribuan jempol. Mulai dari aktor, sutradara, orang yang bikin efek-efek, sampai orang yang kerjanya Cuma nge-gulung kabel pun pantas dapat jempol itu. Saya rekomendasikan film ini untuk usia lima belas tahun keatas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar